MENGOLAH WAKTU DEMI MASA DEPAN

Maret 13, 2009

Pandai mengolah waktu dan keadaan adalah orang yang berkepribadian baik karna tak pernah menyia-nyiakan waktu begitu saja. Sebagaimana Allah telah mengingatkan kepada kaum muslimin.
“ Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalm kerugian.” (QS. Al-Ashr ayat 1-2).”demi waktu matahari sepenggalah naik(waktu dhuha). Dan demi malam apabila telah sunyi(cahaya siang). Dan demi siang apabila telah terang benderang.”
(QS. Al-Lail 1-2)
Efektivitas kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh kondisi pengolahan waktu yang dimiliki. Seseorang yang dapat memanfaatkan waktu dengan baik akan dapat melakukan banyak hal. Berbeda dengan orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu, mereka hanya melakukan rutinitas keseharian tanpa memiliki arahan pengolahan waktu dengan baik.
Banyak mahasiswa, terutama mahasiswa baru, merasa bahwa kebiasaan belajar yang dilakukan sudah memadai manajemen waktu yang dilakukan sudah efisien. Terbukti di SMA dulu mereka adalah murid terpandai atau setidaknya tidak pernah merasa kesulitan mendapat nilai yang baik. Kemudian sering dengan berjalannya waktu, beberapa diantara mahasiswa-mahasiswa ini menyadari bahwa nilai yang diperoleh tidaklah cemerlang seperti ketika di SMA. Nilai A dan B sepertinya sulit dijangkau. Mengapa ? apa yang sebenarnya terjadi ? salah satu jawabannya karena keterampilan belajar, termasuk manajemen waktunya, kurang efektif, kuliah diperguruan tinggi memang berbeda dengan belajar di SMA. Karma itu menajamen waktu yang mestinya turut disesuaikan.
Kedisiplinan yang dilakukan oleh kebanyakan mahasiswa adalah caranya dalam mengolah waktu yaitu, dalam belajar, bermain bahkan bekerja dan seorang mahasiswa tidak mampu dalam melaksanakan kedisiplinan yang ada dikampus. Kedisiplinan itu terkadang diabaikan oleh kebanyakan mahasiswa, bagaimanapun manajemen waktu harus diterapkan lebih dini kepada mahasiswa dengan adanya informasi dan komunikasi yang mendukung dari universitas dan pihak yang bersangkutan. Dan tidak mengejutkan pengaburan waktu jadi sebuah kebutuhan. Dapat dilihat bahwa sebenarnya manajemen waktu tak jauh beda dengan manajemen diri, karena pada kenyatannya kebanyakan mahasiswa tidak dapat mengatur waktu tetapi dapat mengatur diri sendiri dan apa yang akan dilakukan dalam setiap kesempatan.
Kebanyakan ahli sepakat bahwa sukses merupakan hasil dari suatu kebiasaan oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempelancar bagaimana mahasiswa dapat menggunakan waktu dengan baik dan juga disiplin seperti apa yang harus diterapkan dan itu merupakan rumusan masalah yang harus diselesaikan. Dalam hal ini dimulai dengan kebiasaan dan kebiasaan mulai sebagai pembuahan keputusan secara sadar.
Ada beberapa tips untuk dapat mengelola waktu dengan baik
1. Buatlah perencanaan
Anda memerlukan perencanaan kerja harian. Kalau tidak demikian, anda akan mengalokasikan waktu menurut sekehendak anda saja. Awasilah setiap hari dengan membuat jadwal umum, dengan penekanan khusus pada dua atau tiga hal yang ingin anda selesaikan. Makin banyak waktu yang kita lewatkan untuk merencanakan sesebuah projek, makin sedikit waktu total yang diperlukan untuk menyelesaikannya.
2. Ambillah waktu istirahat
Bekerja dalam waktu yang lama tanpa istirahat bukanlah penggunaan waktu yang efektif. Tenaga makin menurun, kebosanan makin mempengaruhi serta ketegangan fisik dan mental makin terkumpul. Oleh karena itu, anda memerlukan istirahat yang cukup kerana hanya dengan beristirahat merupakan cara yang paling baik.
3. Jangan takut mengatakan tidak
Teknik menghemat waktu yang pernah dikembangkan, paling efektif ialah selalu menggunakan perkataan tidak. Belajarlah menolak dengan mengunakan kebijaksanaan tetapi tegas terhadap setiap permintaan yang tidak menunjang pencapaian sasaran anda.
4. Jangan menunda-nunda kerja
Penundaan kerja pada umumnya merupakan kebasaan yang sudah mengakar. Meskipun begitu, kita mampu mengubah kebiasaan ini asalkan kita menggunakan sistem yang tepat seperti putuskan untuk berubah segera setelah anda selesai membaca artikel ini, sementara hati anda tergerak oleh motivasinya. Mengambil langkah pertama dengan segera adalah amat penting.

RESUME PPSDMS BULAN FEBUARI

Maret 13, 2009

RESUME BULAN FEBUARI
Oleh: Achmad Ferdiansyah Pradana Putra

1. TRAINING PENGEMBANGAN DIRI
“Since good leaders are not good enough”. Kalimat ini memilki makna yang sangat mendalam untuk menginspirasi para pemimpin. Seharusnya menjadi seorang pemimpin yang baik saja tidak cukup, seharusnya para pemimpin memiliki predikat great dalam menjalankan amanahnya. Sebagai ilustrasi seorang pemimpin ang baik seharusnya tidak hanya mewarisi program kerja yang lama, tetapi seharusnya berinovasi baru untuk membuat kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat yang dipimpinnya.
Seorang pemimpin seharusnya melakukan transformasi, tidak hanya melakukan perubahan yang mendasar pada organisasi yang dipimpinnya. Ada perbedaan yang sangat jelas antara transformasi dan perubahan. Transformasi adalah perubahan yang disertai dengan alasan yang baik dan mendasar sedangkan definisi perubahan adalah hanya sekedar melakukan perubahan saja.
Perubahan dalam suatu organisasi hanya digagas oleh orang-orang dalan jumlah sedikit. Biasanya perubahan hanya dilakukan oleh 30% orang dari komunitas tersebut. Sebagai contoh adalah seorang pramugari yang memiliki inisiatif yang besar untuk membawa penumpang yang terlantar ke sebuat restaurant, dan disana mereka di jamu secara gratis dengan menggunakan uang pribadi pramugari tersebut. Kejadian ini menjadi tolak perubahan managemen dalam organisasi tersebut. Dalam hal ini pramugari bisa disebut sebagai leader yaitu seseorang yang mempunyai pemikiran yang baru dan hal tersebut diyakininya menjadi sebuah kebenaran.
Terdapat lima level kepemimpinan yang ada, yaitu:
a. People follow because position, pemeimpin seperti ini hanya suka menakut-nakuti atas dasar kekuasaan yang dimilikinya
b. People follow because “They Want To”, pemimpin seperti ini diikuti karena mereka bergaya sebagai sahabat, selalu menurut dengan kondisi lingkungan
c. People follow because of your result, pemimpin seperti ini dihormati karena dia memilki prestasi lebih. Kelemahan dari model kepemimpinan ini adalah ketika ada orang yang lebih berprestasi dari dia maka popularitas kepemimpinannya akan turun.
d. People follow because “what you have done”, kepemimpinan model ini terdorong karena adanya hutang budi dari pemimpin kepada para staffnya
e. People follow because “jatidiri yang membanggakan”, mereka percaya karena kualitas diri pemimpin yang baik

2. KAJIAN ISLAM KONTEMPORER
Ada beberapa hal yang dapat disarikan:
- Orang yang sombong adalah orang yang tidak mau berdoa
- Jangan pernah menunda-nunda pekerjaan
- Jika ingin cerdas tinggalkan kemaksiatan
- Jangan banyak tidur

Kebutuhan Umat akan Fiqh Prioritas, terdapat berbagai kekacauan dalam umat salah satunya:
- Penghargaan kepada seniman lebih besar dibanding dengan ilmuan
- Mengutamakan kulit dibandingkan dengan isi
- Lebih menyukai seremonial dibandingkan inti acara

3. STUDI PUSTAKA dan TRAINING JURNALISTIK
Tema training jurnalistik bulan ini adalah membahas tentang “Memperkaya Referensi dan Menata Perpustakaan Pribadi”. Perpustakaan pribadi dan banyaknya referensi yang dimiliki merupakan gambaran intelektual seseorang. Disinilah kredibilitas dan kompetensi akademis seseorang dapat dilihat.koleksi buku-buku yang dimiliki akan membuat perubahan seseorang. Dalam hal ini rujukan buku merupakan inspirasi seorang penulis dalam membuat karya, hal ini berkait dengan tidak ada satu pun penulis yang memulai tulisannya dari nol.

4. DIALOG TOKOH
Islam yang profesional didasari atas keahlian seseorang dalamsesuatu bidang. Hal ini berkait dengan ungkapan yang menyatakan “serahkan sesuatu pada ahlinya”, jika tidak maka tunggu saja saat kehancurannya sehingga dapat disimpulkan bahwa professional sangat berkait dengan fokus seseorang dalam mempelajari sesuatu.. Konsep islam tentang profesionalisme akan tersurat dan tersirat dalam Al Quran. Banyak ciri-ciri orang yang professional salah satunya adalah kedisiplinan terhadap waktu. Pada dasarnya professional terbentuk atas dasar bawaan lahir dan belajar dari pengalaman.

5. DISKUSI PASCA KAMPUS
Kondisi pendidikan Indonesia sangat memprihatinkan. Hal ini dapat dari jumlah peserta didik yang dapat terserap ke masing-masing jenjang pendidikan, Sebagai contoh hanya 14% saja yang dapat masuk ke universitas, hanya 46,6% saja yang bisa masuk ke SMA. Fakta-fakta diatas tidak sebanding dengan banyaknya prestasi siswa-siswa yang mengikuti olimpiade dan mendapatkan berbagai medali.
Adanya UU BHP yang baru-baru ini ditetapkan tidak memiliki banyak perubahan karena UU ini lebih mengatur hal-hal teknis saja. Tentunya hal ini berdampak pada kerumitan penyelenggaraan pendidikan. Banyak pikiran yang terkuras pada hal-hal yng sebenarnya tidak perlu dipikirkan. UU BHP yang baru saja ditetapkan ini membutuhkan pengawalan yang ekstra dari pemerintah. Selama ini banyak aturan-aturan pemerintah tidak sebanding dengan proses pelaksanaannya.

Hello world!

Maret 13, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.